Memberkati Bangsa Singapura, 22 Mei – 1 Juni 2015

Share This Article

Suatu berkat yang luar biasa bagi Pastor Daniel Hendrata dan Pastor Debby Catharina untuk dapat kembali mengunjungi Singapore. Dari tanggal 22 Mei sampai tanggal 1 Juni 2015, kedua hamba Tuhan ini melayani di dua gereja: Covenant Vision Christian Church dan NDFI (Kebaktian Bahasa Indonesia: Sahabat Orang Sakit), juga di beberapa Persekutuan Doa: APAC, YMCA, Rose of Sharon dan Tanglin. Pesan kotbah yang mereka berdua sampaikan dalam kunjungan kali ini adalah “Living Life with No Regrets.” Mengingatkan setiap orang percaya untuk tidak hidup dalam masa lalu, tapi untuk menerima, menikmati dan melakukan yang terbaik yang mereka bisa di masa sekarang, supaya tidak ada penyesalan di masa yang akan datang.

Salah satu yang menjadi sorotan dalam kunjungan kali ini adalah Seminar “Guard Your Family for the Last Days” yang diadakan pada hari Sabtu, 23 Mei 2015. Diselenggarakan oleh APAC Ministries, seminar tersebut bertempat di BIU, Golden Mile Complex. Pasangan-pasangan suami istri berdatangan (beberapa dengan pasangannya, beberapa datang sendirian), tapi juga orang-orang yang masih single. Jumlah yang hadir cukup baik, mengingat akhir pekan itu adalah long weekend; banyak orang Singapore yang bepergian ke luar kota. Mereka menerima, dengan hati yang terbuka, pengajaran 5 sesi tersebut yang mencakup: Visi Keluarga, Managemen Uang, Keintiman yang Merajut, Komunikasi yang Memagari, Pengampunan dan Restorasi, dari pukul 9 pagi sampai hampir 5 sore.

 

Merupakan sukacita tersendiri pada waktu kami tahu mereka sangat menikmati sesi demi sesi dan belajar banyak dari padanya. Berikut beberapa komentar peserta seminar:

“Banyak belajar, terutama di bagian keintiman bagi saya, juga tentang komunikasi. Saya belajar bagaimana kita dapat memberkati generasi penerus kita, bagaimana kita dapat menjadi teladan bagi anak-anak kita, dan bagaimana menciptakan sebuah hubungan, seperti hubungan kita dengan Tuhan. Saya rasa kami memerlukan bantuan dalam hal-hal tersebut, bagi saya untuk memahami kebutuhannya, dan bagi dia untuk memahami kebutuhan saya, karena seringkali kami tidak mengkomunikasikan kebutuhan kami.”

Frank & Cindy Su (Web Design Developer, mempunyai 3 orang anak, 11 tahun pernikahan)

 

“Saya sangat tertarik belajar tentang nilai inti dari sebuah keluarga. Legacy macam apa yang akan kita wariskan bagi anak-anak kita, dan visi apa yang kita punya bagi keluarga kita untuk generasi yang akan datang. Seminar ini sungguh membantu pasangan suami-istri, khususnya pasangan yang masih muda. Kami belum pernah melihat seminar seperti ini diadakan di gereja-gereja. Ps. Daniel dan Ps. Debby memberikan contoh yang nyata.” (Bryan)

“Saya belajar bahwa segala sesuatu yang kita lakukan ada konsekuensinya. Kebiasaan-kebiasaan kita dan nilai-nilai yang kita terapkan akan berdampak sampai pada kekekalan. Hal itu akan berdampak dalam kehidupan anak-anak kita, dan keturunan kita selanjutnya. Sangat penting bagi kita untuk menetapkan nilai-nilai dan kebiasaan-kebiasaan tersebut, khususnya pada saat anak-anak masih kecil. Juga, pada saat sedang ada masalah, lebih baik kita segera menanganinya, supaya tidak menjadi lebih besar dan parah. Itu adalah tanggung jawab suami dan istri.” (Edwina)

Bryan & Edwina Tan (Men Ministry Leader & Women Ministry Leader di APAC Ministries, mempunyai 2 orang anak, 7 tahun pernikahan)

 

Kami berharap kami menghadiri seminar seperti ini lebih awal dalam hidup kami, sehingga kami dapat diperlengkapi dengan lebih baik untuk melewati hal-hal yang telah kami lalui dalam masa-masa itu. Kami belajar bahwa kami harus menyadari musim apa yang sedang terjadi dalam hidup kami saat ini dan bagaimana kami dapat terkoneksi lagi.” (Raymond)

“Saya pikir komunikasi adalah bagian yang sangat penting, karena setelah bertahun-tahun menikah, terkadang kita menyepelekan. Cara kita bertutur kata kepada pasangan kita kadang-kadang tidak terlalu sopan lagi, tidak penuh kasih. Sesi tentang keintiman penting bagi saya, bagaimana seorang istri dapat memenangkan hati suaminya. Saya juga menyukai bagian dari sesi pengampunan tadi, karena kami diajari bagaimana dapat melepaskan diri kami sendiri dari kepahitan.” (Ling Chien)

Raymond Chan & Po Ling Chien (Real Estate Business, 25 tahun pernikahan)

 

Secara keseluruhan perjalanan kali ini sangat berdampak, dan kami berdoa agar Firman Tuhan yang sudah dibagikan oleh kedua hamba Tuhan di Singapore, bukan hanya akan memberkati umatNya, tapi juga mentransformasikan kehidupan mereka, baik pribadi dan sebagai keluarga. Terima kasih atas sambutan hangat yang selalu diberikan kepada kedua hamba Tuhan ini kapanpun mereka berkunjung ke Singapore. Tuhan memberkati bangsa Singapore! Tuhan memberkati warga Singapore! Shalom!

[wppa type=”thumbs” album=”365″]Any comment[/wppa]

Share This Article

This post is also available in: English

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

six − three =