Keputusan di balik Keputusasaan

Share This Article

Masalah, siapa yang tidak memiliki masalah dalam hidupnya? Semua orang dari segala golongan usia, tingkat sosial, dan pendidikan pasti punya masalah. Beragam permasalahan ada dalam perjalanan hidup manusia. Apakah itu permasalahan keluarga, rumah tangga, pendidikan, pekerjaan, pelayanan bahkan tentang masa depan. Tak jarang pula ketika menghadapi permasalahan hidup, seseorang akan menjadi putus asa, karena masalah yang dihadapi tak kunjung usai, bahkan dirasakan semakin bertambah. Ujung-ujungnya menyerah dengan keadaan, menjadi kecewa dengan Tuhan, dan akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidup. Sahabat, kehidupan manusia memang tak luput dari masalah, namun mari kita tetap memercayaiNya. Ia adalah Tuhan yang tak pernah tinggal diam, dan selalu ada di setiap perjalanan hidup manusia. Ya, Tuhan tetap menjadi Pribadi yang tak berubah, Ia tak pernah meninggalkan setiap kita.

Sahabat, ketika permasalahan datang dalam hidup kita, satu hal yang perlu kita ingat adalah bagaimana sikap hati kita? Apakah kita menjadi putus asa, menyesal dan mengasihani diri kita sendiri, menyerah, kecewa, menggerutu, dan meninggalkan Tuhan? Atau sebaliknya, kita semakin mengandalkan Tuhan, bersyukur, berseru dan berserah padaNya, dan percaya bahwa Ia adalah Tuhan yang tak pernah tinggal diam atas kehidupan anak-anakNya. Ketika permasalahan datang seharusnya kita semakin dekat, melekat dan erat dengan Pribadi yang hebat dan dahsyat atas hidup kita. Namun, tak bisa dipungkiri, sebagai manusia, saat mengalami masalah, terkadang kita malah jauh dariNya. Kita merasa tak mungkin lagi untuk datang berdoa, berserah apalagi bersyukur, karena semua sudah dilakukan dan hasilnya nihil. Itulah yang semakin membuat kita berputus-asa dan kehilangan arah.

Saat kita hilang arah, putus asa, mari kita buat sebuah keputusan yang besar dan benar sesuai kebenaran firmanNya, bukan pembenaran atas diri sendiri. Buat sebuah keputusan untuk tetap tinggal di dalam Tuhan, karena FirmanNya berkata di dalam tinggal tenang terletak kekuatan kita, dan saat kita mengakui segala kelemahan kita, kuasa Tuhan semakin sempurna atas hidup kita. Sahabat, hari ini, saat kita ‘merasa’ dalam jurang yang paling dalam atas permasalahan hidup kita, tetaplah percaya kepadaNya, Tuhan segala Tuhan, akan memberi kekuatan bagi kita. Bahkan, walau kita harus melewati perjalanan panjang yang tak mudah, yang penuh dengan banyak masalah, dengan cara dan waktuNya, Ia membuat segalanya indah. (JL)

Share This Article

This post is also available in: English

Facebook Comments

Default Comments

1 comment on “Keputusan di balik Keputusasaan

  1. Amin, mohon doa dr ibu dan bpk saudara seiman agar sy dikuatkan. Sy hmpir putus asa dan sulit keluar dr byknya pikiranku. Masalah terbesar di pekerjaan. Semua jd beban bagiku. Sulit mengucap syukur dan bersukacita. Terimakasih atas doa2 nya. Tuhan Yesus memberkati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 + 15 =