Berhenti dari Ketakutan

Share This Article

Ayat Bacaan: Ulangan 13:1-18

Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.

2 Timotius 1:7

Ada seorang murid yang takut menghadapi ujian. Setiap kali ujian itu mendekat, ia mengalami sakit perut. Akibatnya, ia selalu serba salah dalam mengerjakan soal-soal ujian. Ia tidak tahu mengapa hal itu terjadi atas dirinya. Ia menanyakan hal itu kepada orangtuanya. Namun mereka juga tidak mengerti. Orangtuanya hanya menyarankan kepadanya untuk tetap tenang dan fokus pada ujian yang akan diikutinya. Namun setiap kali mengikuti saran orangtuanya, ia selalu merasa takut. Seolah-olah ada sesuatu yang sedang mengancam dirinya. Suatu hari ia memutuskan untuk berani menghadapi ujian semesternya. Apa yang terjadi? Ternyata rasa takut itu justru memberikan dorongan baginya untuk terus maju. Awalnya tangan dan dahinya dipenuhi keringat. Namun begitu ia masuk ke ruang ujian, ia menjadi tegar. Ia tidak grogi atau takut lagi. Ia mengerjakan soal-soal yang diberikan dengan baik. Kali ini ia mendapat nilai sempurna: sepuluh. Tidak seperti di waktu-waktu yang lalu, ketika ia masih diliputi rasa takut. Ia berkata kepada ibunya setelah selesai ujian bahwa ia tidak takut lagi, sebab saat ia menghadapinya dengan tenang, rasa takut itu hilang.

Begitu juga dalam hidup ini, seringkali kita dipenuhi oleh bayangan ketakutan yang kenyataannya belum pasti kita alami. Kita merasa cemas dengan masalah yang dialami, atau bahkan kita merasa takut dengan masa depan kita. Rasa takut itu memang dapat dialami oleh siapapun namun yang terpenting jangan sampai kita larut di dalam sebuah ketakutan, apalagi dengan sesuatu hal yang belum tentu terjadi. Ingatlah bahwa Tuhan tidak memberikan kepada kita roh ketakutan, namun roh yang membangkitkan kuasa, kasih dan ketertiban (2 Timotius 1:7). Oleh karenanya, berhentilah dari rasa cemas. Mari bangkit dari setiap ketakutan kita, dan tetap maju menghadapi setiap persoalan yang ada di depan. Di dalam hidup ini, kita tidak akan berjalan sendiri. Ada Yesus yang akan selalu menyertai kita, Dia adalah jaminan bagi hidup kita. Ketakutan juga merugikan diri kita karena saat kita takut, kita kehilangan sukacita dan makin menambah rasa kecemasan.

Pada saat takut, percayalah kepada Tuhan maka Ia akan memberikan ketenangan dan kedamaian. Pada waktu tenang, maka kita tidak akan takut lagi. Mulai saat ini, janganlah kita larut dalam ketakutan sebab Tuhan senantiasa menyertai dan memberikan kemenangan.

 

Mulai saat ini jangan lagi takut, hadapilah segalanya bersama Tuhan sebab bersama Dia kita pasti akan mengalami kemenangan.

 

Share This Article

This post is also available in: English

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seven − 6 =