Church MakeOver 23-GPDI Imanuel, Desa Sungai Kopas, Sumatra Utara

Share This Article

26 Maret 2014

Proyek CMO ke 23 kami jatuh kepada gereja GPDI Imanuel, yang terletak di Desa Sungai Kopas, Sumatra Utara. Tim kami harus naik ferry dari Nias, lalu melanjutkan perjalanan darat dengan transportasi umum selama hampir 12 jam. Cukup melelahkan, tapi tim kami melaluinya dengan penuh sukacita. Kami berjumpa dengan Pdt. Jannus Lumbangaol yang telah menggembalakan sidang jemaat sejak tahun 1999 bersama istri dan ketiga anaknya. Saat ini, gereja mempunyai 60 anggota jemaat. 60% dari antaranya bekerja sebagai buruh tani karet.

28 Maret 2014 menandai dimulainya CMO #23. Seluruh jemaat, tokoh-tokoh adat dan Kepala Desa menghadiri ibadah bersama pada hari itu. Setelah ibadah, proyek inipun resmi dimulai dengan memplester tembok secara simbolis.

Keadaan gedung gereja (berukuran 8 x 15m) sebelum dimakeover adalah sebagai berikut: tidak ada plafon, tembok luar belum diplester, beberapa bagian dari temboknya retak, dan tidak ada toilet buat jemaat. Selain itu, keadaan pastori juga cukup memprihatikan. Dalam proyek CMO #23 ini, kami akan memasang plafon, menyelesaikan tembok exterior, memperbaiki tembok yang retak dan membangun dua MCK (Mandi-Cuci-Kakus). Sedangkan untuk pastori nya, kami akan mengganti tembok yang terbuat dari papan kayu dengan batu bata, memasang plafon dan makeover secara keseluruhan sehingga akan menjadi tempat tinggal yang lebih layak.

Terima kasih kepada mitra kami yang telah memberikan support sehingga proyek ini dapat dimulai. Segala kemuliaan bagi Tuhan!

Jika Anda tergerak untuk mendukung kami melakukan proyek-proyek serupa, silahkan hubungi kami. Ada begitu banyak gereja lain, dengan keadaan yang menyedihkan, menunggu uluran tangan Anda.

[wppa type=”slideonlyf” album=”235″][/wppa]

[wppa type=”slideonlyf” album=”236″][/wppa]

 

Pembukaan Church MakeOver 23: GPdI Immanuel, Sungai Kopas. 21 Oktober 2014

Sei Kopas adalah sebuah desa kecil di Sumatra Utara, dan diperlukan sekitar 5 jam perjalanan dari Kuala Namu International Airport. Pagi itu, tim kami meninggalkan rumah sekitar pk 4:15 pagi menuju ke Cengkareng International Airport untuk naik penerbangan pertama pada pk 6. Jadi setelah terbang selama dua jam, dan perjalanan darat selama 5,5 jam maka sampailah kita pada tujuan. Itulah sedikit dari pada cerita di balik layar pada saat tim kami masuk ke ladang pelayanan. Suatu suka cita mendapatkan penugasan Tuhan, walaupun kami harus kerap kali meninggalkan keluarga kami tercinta di rumah.
Hujan yang sangat deras menyambut kedatangan kami di desa itu. Sekali lagi, kami takjub dengan jemaat yang datang. Walaupun hujan sangat lebat, hal itu tidak mengurungkan antu siasme mereka untuk datang pada hari peresmian gereja ini. Ukuran gedung adalah sekitar 8x15m, dan dalam proyek ini kami membantu mereka untuk memplaster tembok luar, memasang plafon, teras, jendela dan juga mengecat tembok, me mbuat kamar mandi / wc, dan membantu menyelesaikan pastori yang ada. Proyek ini selesai dalam waktu enam bulan.
Pada saat KKR, Ps. Daniel berkotbah dari Yohanes 12:1-8 yang pada dasarnya menunjukkan adanya tiga macam manusia yang Yesus temui:
  1. Lazarus: suatu produk dari mujizat. Oleh karena itu, banyak yang datang untuk melihat dan mendengarkan Yesus atas mujizat yang pernah Dia lakukan.
  2. Maria (kakak Lazarus) yang memecahkan sebotol minyak narwastu untuk mengurapi Yesus. Hal itu membuat ruangan tersebut penuh dengan aroma minyak wangi. Narwastu pada waktu itu adalah suatu bentuk tabungan seorang perempuan muda, yang berharga sekitar satu tahun gaji. Tuhan Yesus sangat diberkati atas apa yang Maria lakukan, dan hal itu ternyata adalah minyak terakhir yang Yesus kenakan sampai dengan penguburannya, yang terjadi seminggu setelah itu. Beberapa ahli bahkan mengatakan bahwa wangi aromanya begitu kuat, sampai-sampai masih terasa pada waktu Tuhan Yesus dikuburkan.
  3. Yudas Iskariot: suatu gambaran dari seseorang yang sangat egois, sekaligus pencuri. Dia mencoba memakai pelayanan dan memanipulasi hasil untuk keuntungan pribadinya.
Ps. Daniel menekankan bahwa sangat penting untuk belajar dari Maria. Dia tidak egois, tetapi selalu mencari cara untuk memberkati Yesus. Begitu pula dengan jemaat gereja ini, dia menekankan bahwa setelah gedung gereja mereka selesai direnovasi, maka harus menjadi gereja yang menjadi tempat di mana seseorang diisi oleh Firman Tuhan. Tempat ini bukan hanya akan berfungsi sebagai tempat pengisian, tetapi juga orang-orang akan datang untuk menemukan kebenaran. Dan dari orang-orang itu akan tercium bau aroma wangi Tuhan.

[wppa type=”thumbs” album=”286″]Any comment[/wppa]

[wppa type=”slideonlyf” album=”287″]Any comment[/wppa]

 

Share This Article

This post is also available in: English

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twelve − 9 =