Church MakeOver 21- GPDI Hosana, Desa Hilimbowo, Nias

Share This Article

Church MakeOver #21 GPDI Hosana, Desa Hilimbowo, Nias.

22 Maret 2014

Setelah bertahun-tahun berdoa untuk kerampungan gedung gereja mereka, akhirnya Tuhan menjawab pergumulan jemaat GPDI Hosana di desa Hilimbowo, kepulauan Nias ini. Gembala Sidang Pdt. Efery Laoli (usia 37th) yang dulunya berlatar belakang preman, setelah bertobat mendapat panggilan dari Tuhan untuk merintis jemaat di tempat ini sejak tahun 2000. Dia bersama istrinya, dikaruniai Tuhan 4 orang anak. Saat ini jemaat telah berkembang menjadi 120 jiwa, yang kebanyakan bekerja sebagai buruh tani.

Kondisi gedung gereja sebelum proses CMO adalah sebagai berikut: ukuran 9x14m, berdinding papan kayu, sudah beratap seng tapi tidak berplafon, berlantaikan tanah yang belum dicor dan tidak berkeramik, serta tidak ada WC untuk jemaat. Yang akan kami lakukan dalam CMO kali ini adalah mengecor lantai dan memasang keramik, memasang plafon, menambahkan teras, finishing semua kayu, dan membangun 2 MCK (Mandi-Cuci-Kakus) untuk jemaat/warga.

22 Maret 2014 menandai dimulainya proyek CMO 21 ini. Alders Daniel selaku perwakilan dari Anugrah Ministries, setelah ibadah bersama, secara simbolis mengecor lantai, diikuti oleh Gembala Sidang, Kepala Dusun, Ketua Adat, Ketua Panitia dan Kepala Tukang. Resmilah GPDI Hosana menjadi proyek CMO kami yang ke 21.

Jemaat sangat antusias untuk segera memiliki gedung gereja yang layak. Dengan bergotong royong seluruh jemaat, mulai dari anak-anak sampai orang tua sukarela mengangkut bahan material bangunan sejauh kurang lebih 2 km. Mobil tidak bisa masuk ke desa tersebut, hanya ada jalan setapak, maka setiap anak yang pulang sekolah dan melintasi lokasi penampungan bahan bangunan akan dengan rela hati memanggul pasir dan batu, atau menarik besi. Demikian juga ibu-ibu yang pulang dari pasar tidak mau ketinggalan berpartisipasi memanggul pasir dan batu.  Apalagi bapak-bapaknya, sudah menjadi kesukaan bagi mereka jika terlibat dalam proses pekerjaan Tuhan ini. Luar biasa!

Terima kasih kepada para donatur yang telah memberikan kontribusi sehingga CMO 21 ini dapat dimulai. Kemuliaan bagi Tuhan. Amin!

Jika Anda tergerak untuk mendukung kami melakukan proyek-proyek serupa, silahkan hubungi kami. Ada begitu banyak gereja lain, dengan keadaan yang menyedihkan, menunggu uluran tangan Anda.

[wppa type=”slideonlyf” album=”229″][/wppa]

 

Peresmian Church MakeOver 21 GPdI Hilimbowo, 24 Oktober 2014

Masih di Pulau Nias, tim kami melakukan serangkaian perjalanan untuk meresmikan 3 proyek CMO: #20, #21 dan #22.

Perjalanan menuju ke Desa Hilimbowo di Nias sangat asyik. Awalnya kami mulai dari Gunungsitoli naik mobil selama dua setengah jam. Sampai ke suatu titik, jalanannya begitu rusak, dan kami harus melewati tepi jurang. Maka demi keamanan, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan ojek motor sekitar 30 menit untuk sampai ke desa tersebut.

Setibanya kami di desa Hilimbowo, kami melihat bagaimana warga desa begitu antusias menyambut kedatangan kami. Bahkan ada spanduk penyambutan yang menunjukkan betapa bersyukurnya mereka atas proyek yang kami lakukan ini. Di antara jemaat yang hadir, nampak Ketua Wilayah dari sinode GPdI, beberapa pemimpin gereja lainnya dan juga dari Ketua Wilayah PGI. Kehadiran mereka menunjukkan betapa pentingnya acara ini.
Ps. Daniel Hendrata diminta untuk memotong pita dan menginspeksi bangunan gereja yang sudah diselesaikan. Proyek ini tergolong unik, karena didanai oleh beberapa pihak: jemaat dan organisasi lain, namun sekitar 60% dari biaya yang ada di tanggung oleh Anugrah Ministries. Meskipun di desa, kita dapat katakan bahwa penyelesaiannya cukup rapi dan terorganisir. Hanya diperlukan lima bulan untuk menyelesaikan proyek Church MakeOver #2 1 dan dua MCK (Mandi, Cuci, Kakus) sebagai kontribusi kami bagi komunitas di sana. Sangat senang mengetahui bahwa kita sedang bekerja sama dengan suatu gereja yang memiliki sikap yang sangat positif.
Pada saat KKR, Ps. Daniel berkotbah tentang ‘Iman yang Mengalahkan Dunia’ yang terambil dari 1 Yoh 5:4-5, “Sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?” Dia mengajarkan kepada para jemaat untuk percaya dan mengerti bahwa walaupun mereka hidup di desa kecil, Tuhan sanggup mengangkat dan mempromosikan mereka. Kemiskinan bukan halangan besar, karena Tuhan yang tinggal dalam diri kita lebih besar dari pada segala sesuatu yang ada di dunia ini. Bersama dengan Tuhan tidak ada yang mustahil. Banyak dari jemaat yang tidak mengerti Bahasa Indonesia, sehingga kotbah KKR ini diterjemahkan ke dalam bahasa Nias oleh Ps. Every Laoli (Gembala Sidang GPdI Hilimbowo). Di akhir KKR, banyak orang yang maju untuk didoakan dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Haleluya!

[wppa type=”thumbs” album=”282″]Any comment[/wppa]

[wppa type=”slideonlyf” album=”283″]Any comment[/wppa]

 

 

 

Share This Article

This post is also available in: English

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

17 − 1 =