Karakter, Kharisma, dan Karunia

Share This Article

Berbicara tentang karakter atau tabiat seseorang menjadi sesuatu yang menarik. Manusia bukanlah mahluk yang sempurna, yang tak memiliki cacat dan cela. Karakter manusia berbeda-beda dan bisa saja terbentuk karena lingkungan, keadaan dan juga karena kebiasaan. Namun saya percaya, setiap karakter yang ada dalam diri manusia bisa bertumbuh menjadi lebih baik apabila ada kesadaran dari setiap individu untuk berubah, dari karakter-karakter yang negative, menjadi karakter yang tak sekadar positif, tapi karakter yang benar dan benar-benar bertumbuh dan berbuah dalam Kebenaran.

Seorang teman menanggapi status di akun jejaring sosial saya. Saat itu, saya bilang “memaksimalkan karunia dan terus bertumbuh dalam karakter”. Dan, beberapa saat kemudian, sebuah komentar muncul ”Karunia tanpa karakter adalah kosong, keluar biasaan seseorang tanpa kerendah hatian menjadi bagian hidupnya akan menjadi boomerang”. Saya setuju dengan hal ini. Kadang begitu luar biasanya bakat yang kita miliki, begitu banyak talenta yang kita punyai, membuat kita lupa diri. Tak jarang kesombongan dan juga perasaan mampu yang lebih membuat kita terlena dan berada di atas angin, dan akhirnya pondasi hidup kita menjadi rapuh. Mari kita berhati-hati dengan hal ini. Rendah hati adalah kuncinya, tapi untuk belajar rendah hati memang tak mudah.

Bagaimana dengan kharisma? Bukankah itu penting? Bagi saya, tak perlu bersusah payah membangun dan membuat diri kita menjadi (terlihat) berkharisma. Karena membentuk karisma dengan usaha serta kekuatan kita sendiri akan menjadi sia-sia. Kharisma bukanlah kita yang membuatnya, kharisma adalah bonus atau juga buah dari apa yang kita lakukan. Saat karakter kita bertumbuh, karunia kita menjadi berkat, orang akan melihat buahnya dalam diri kita,

Tak seorang pun yang dapat  membuat karakter kita berubah atau berganti dengan cepat bak sulap, tanpa campur Tangan Tuhan dan kemauan dari kita sendiri. Cara Tuhan sepertinya lama, lambat dan kadang menyakitkan. Tetapi dengan caraNya, ada hal-hal luar biasa yang ingin Ia lakukan dalam hidup kita. Dengan waktuNya kita akan mengerti betapa hebatnya Ia. Dengan kasih karunia dan sentuhan TanganNya semuanya akan berarti.

Hubungan kita dengan Tuhan akan membuat karunia yang ada dalam diri kita dan pelayanan yang kita kerjakan berdampak dan berbuah. Pelayanan dan karunia yang kita miliki, tak menjamin baiknya hubungan kita dengan Tuhan, dan kita dapat bertumbuh dalam karakter kita. Jika kita mau tetap bertumbuh dan apa yang kita lakukan tidak sia-sia, mari tetap melekat dengan Pribadi yang hebat, kuat dan dahsyat. Maksimalkan karunia yang Tuhan anugerahkan dan terus membangun juga bertumbuh dari karakter yang tidak sempurna dalam diri kita bersamaNya.

 

Share This Article

This post is also available in: English

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 + eight =