Di Tangan Siapa?

Share This Article

Melihat orang memainkan instrumen biola, saya jadi ingin bermain biola. Saya juga kagum, ketika melihat seseorang memainkan piano. Rasanya, saat mendengar alunan lagu yang tercipta dari sentuhan jari-jari pianis di atas tuts piano itu, saya seperti melayan di udara. Belum lagi, bila saya menyaksikan seorang pemusik memainkan saxophone. Sepertinya mudah, hanya meniup dan jari-jari menekan saja, lalu akan hadi sebuah nada yang indah. Namun saat saya mencoba menggesek biola, hasilnya? Tidak seperti yang saya harapkan. Hancur, karena saya memang bukan seseorang yang bisa memainkan biola.

Piano pun pernah saya coba mainkan, tapi yang keluar nada yang tidak jelas. Ya, ternyata semua itu tidak semudah yang saya bayangkan. Saya berpikir, mudah saja tinggal menggesek dan menekan tuts piano. Alat musik yang saya pergunakan, sebenarnya sama dengan yang teman saya pergunakan. tapi nada yang kami hasilkan berbeda. Sahabat, bukanlah masalah alat musik yang sama, dalam tercipta sebuah melodi yang indah dan rapi.

Semua tergantung di tangan siapa alat-alat musik itu berada. Jika alat musik itu berada di tangan orang yang tidak pernah belajar dan tidak memiliki bakat seperti saya, bunyi yang keluar akan menjadi kacau. Namun, jika berada di tangan yang tepat, atau ahli di bidangnya, maka suara yang keluar adalah sesuatu yang bernada dan memiliki harmonisasi.

Sama seperti kehidupan yang kita jalani. Percayalah bahwa sesungguhnya hidup kita ada di Tangan Sang ahli. Yang tahu bagaimana mengatur dan mengendalikan setiap episode kehidupan kita. Kadang kita berpikir, kita lebih mampu dari Tuhan, kita merasa kita dapat mengerjakan semua yang ada dengan kekuatan sendiri. Namun ujungnya, saat kita terbentur tembok permasalahan, dan kita tak mengerti apa yang harus kita lakukan, kita menjadi hilang akal, dan asa. Tak ada yang bisa kita lakukan, kecuali menyerahkan segalanya pada Sang ahli. Dia sanggup melakukan hal-hal yang besar dan luar biasa. Semua hal yang mustahil dan tak mungkin, bisa terjadi seturut kehendakNya. Mengapa? Karena itu adalah bidangNya. Tak perlu menggunakan akal atau pikiran, kekuatan, waktu dan cara kita sendiri. Karena kita tak lebih mampu daripada Dia. sahabat, kit ajuga tak perlu membantu Tuhan agar Ia melakukan seperti yang kit aimpikan atau harapkan, karena Tuhan mampu mengerjakan semuanya dengan baik dan menghasilkan yang terbaik. Kita mungkin punya seribu satu cara yang menurut kita terbaik, tapi sudah pasti dan terbukti, cuma caraNya saja yang terbaik diantara yang terbaik.

Hari ini, apa pun yang menjadi permasalahan, pergumulan hidup kita. yang paling rumit dan berat sekali pun.Tetap hidup dalam pengenalan akan Dia lebih lagi. MelibatkanNya di setiap aspek kehidupan kita, menyerahkan dan memercayakan semua padaNya. Semakin kita mengenalNya, semakin kita akan mengerti kehendakNya dalam hidup ini. Dalam kendaliNya, semua akan baik-baik aja. Tuhan memberkati. (JL)

Share This Article

This post is also available in: English

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sixteen − thirteen =