Curahan Hati

Share This Article

Dulu, jika ingin mencurahkan isi hati, selain bercerita kepada sahabat atau keluarga,  biasanya akan menuliskannya ke dalam buku harian. Awal tahun 1990 orang lebih suka menceritakan apa yang menjadi unek-uneknya ke stasiun radio. Mereka merasa lebih nyaman jika dapat mengobrol dengan sang penyiar dan mengatakan apa yang ada dalam isi hati mereka. Berbeda dengan jaman sekarang,  banyak sekali yang lebih suka bercerita melalui  media elektronik, dari blog hingga menuliskannya di media jejaring sosial. Beraneka ragam yang menjadi isi curahan hatinya.  Sahabat. Mencurahkan isi hati kita sangat penting, karena  kita perlu tempat untuk meluapkan  apa yang ada dalam hati kita. Ketika kita bisa menumpahkan apa yang menjadi beban hati dan pikiran kita, itu akan membuat kita menjadi lebih lega.

Namun bagaimana jika yang ingin kita ceritakan sifatnya sangat pribadi  dan kita tidak ingin itu diketahui orang apalagi kita menuangkan isi hati kita semuanya ke jejaring sosial atau blog. Jika kita mencurahkan semuanya di buku harian, takutnya tak sengaja dibaca orang lain, bila tak berhati-hati menyimpan buku yang berisi rahasia hati kita itu. Lalu kepada siapa dan bagaimana kita mengungkapkan semua unek-unek kita yang sangat rahasia itu? Yang aman, terjamin dan yang pasti tak sekadar mencurahkan isi hati kita, tetapi kita juga mendapatkan rasa nyaman, ketenangan, kedamaian bahkan  bisa menemukan jalan keluar atas permasalahan kita.

Sahabat. Mengapa tidak kita curahkan saja semua isi hati yang mungkin menjadi beban bagi kita, juga segala hal yang sedang kita alami dan kita rasakan kepada Tuhan, Pencipta kita?  Ya, Tuhan, tetap dan akan selalu  menjadi Bapa, serta sahabat yang terbaik bagi kita. Diantara semua orang yang kita kenal, IA Tuhan, Pribadi yang lebih mengenal, mengerti  dan dapat memahami kita lebih dari siapa pun dan apa pun juga. Bahkan sebelum kita mengungkapkan isi hati kita, IA tahu bagaiamana kedalaman hati kita dan apa yang menjadi harapan serta keinginan kita. Yang lebih luar biasa, apa pun yang kita bicarakan tak akan bocor, termasuk yang bersifat rahasia tertinggi sekali pun. Ketenangan, damai sejahetera bahkan jalan keluar juga akan kita peroleh, saat kita tetap di jalurNya, untuk selalu mengandalkanNya. (JL)

 

 

Share This Article

This post is also available in: English

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two × 4 =