Pahit Atau Manis, Adalah Pilihan Kita

Share This Article

Lidah diciptakan oleh Tuhan, supaya kita bisa mengecap rasa yang ada. Masing-masing bagian memiliki fungsi yang berbeda. Ujung lidah untuk merasakan sesuatu yang manis, sementara pangkalnya untuk mengecap rasa yang pahit. Nah, anda pasti pernah meminum obat yang rasanya sangat pahit bukan? Bila kita meletakkan obat itu hanya di ujung lidah saja, maka tidak akan terasa pahit. Tapi saat obat itu menyentuh pangkal lidah kita, maka rasa pahitnya baru akan terasa.

Sama seperti hati kita, perkataan atau perbuatan orang yang pahit atau yang  menyakitkan, akan terasa pahit jika kita meletakkannya hingga hati kita yang terdalam. Ya, saat perbuatan atau perkataan orang lain yang tidak menyenangkan atau mengecewakan itu kita terima, adalah pilihan dan keputusan apakah kita memikirkannya, meletakkannya serta menyimpannya dalam hati kita. Atau kita memutuskan untuk tidak terlalu larut dalam perasaan kita. Jika kita terlalu lama menyimpannya dalam hati kita, maka itu akan semakin membuat kita menjadi marah, wajah menjadi merah, membuat hati kita gerah, dan tak ada lagi senyum cerah di wajah kita. Yang lebih parah, jika kita kehilangan sukacita dan menjadi membenci bahkan mendendam dengan orang yang ‘melukai’ kita.

Jika sudah seperti itu, kita akan menjadi sulit untuk mengampuni. Perasaan kesal, marah, kecewa, sebenarnya adalah perasaan yang alamiah sebagai manusia. Tapi yang membuatnya tidak wajar, jika  kita menjadi memendam dendam kita dan memutuskan untuk tidak mengampuni apalagi melupakan kesalahan orang lain. Saudara, menyimpan kesalahan orang lain dan juga kepahitan kepada orang lain membuat kita tidak bisa bertumbuh di dalam Tuhan dan mencapai kemenangan dalam hidup. Sebab itu, sekali lagi itu adalah pilihan, keputusan bahkan diperlukan tindakan kita apakah kita mau untuk terluka atau sembuh dari luka hati kita.

Jika kita tidak bersedia keluar dari perasaan pahit dan kecewa, maka rasa pahit itu  akan berlangsung cukup lama atau bahkan tahan lebih lama lagi. Firman Tuhan, mengatakan untuk setiap kita memikirkan dan memperkatakan semua yang benar, semua yang mulia, yang adil, yang suci, yang manis, yang yang sedap didengar. Sebab itulah, yang disebut kebajikan dan patut dipuji. Saudara, bagian kita adalah melakukannya. Memang ketika kita memutuskan untuk melakukan hal ini, bukan menjadi hal yang mudah, tetap Tuhan berjanji, damai sejahteraNya yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiran kita di dalam namaNya.

Hari ini, jika kita sedang mengalami hal yang pahit dalam hidup kita, maukah kita mengubah menjadi sesuatu yang manis? Mari buat keputusan dan mulai bertindak sesuai kebenaran FirmanNya. Meski bukan hal yang mudah, namun Tuhan, Pribadi yang benar dan besar akan membuat segalanya indah dengan caraNya. (JL)

Share This Article

This post is also available in: English

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

fifteen − thirteen =