Field Trip Adikku Sayang Jadebotabek di Museum Nasional

Di pagi yang cerah pada tanggal 22 Desember 2016, kami kembali melaksanakan kegiatan eduwisata bersama murid-murid Adikku Sayang dari seluruh Anugrah Learning Center di Jabodetabek. Pada kesempatan kali ini kegiatan fieldtrip atau eduwisata dilaksanakan di Museum Nasional, Jakarta Pusat. Diikuti oleh 87 murid yang tergabung dalam program beasiswa Adikku Sayang serta didampingi oleh guru-guru dari setiap center. Hadir pula dalam kesempatan kali ini salah satu Ambassador dari Program Adikku Sayang yaitu Elvira Natali.

 

Pagi itu kira-kira pukul 10:30 WIB, kami mendengarkan pengarahan dari pihak museum mengenai kegiatan kami hari itu. Kami mulai berkeliling museum pukul 11:00 WIB dengan dibagi menjadi tiga kelompok: SD, SMP dan SMA. Murid-murid Adikku Sayang sangat bersemangat mendengarkan penjelasan dari pemandu yang disediakan oleh Museum Nasional. Sambil membawa buku catatan, mereka mendapatkan pengalaman dan pengetahuan yang baru, karena banyak di antara mereka yang belum pernah mengunjungi Museum Nasional.

 

Di Museum Nasional (banyak juga yang menyebut Museum Gajah), kita dapat belajar mengenai arca-arca peninggalan masa kerajaan di Indonesia. Adapula mengenai perjalanan peradaban manusia purba di Indonesia. Yang paling menarik di sini kita dapat melihat keunikan dan keragaman budaya yang terdapat di setiap daerah di Indonesia. Mulai dari alat musik sampai kepercayaan dari suku-suku di Indonesia.

 

Setelah berkeliling selama hampir satu setengah jam kami berkumpul kembali untuk makan siang dan merayakan Natal bersama. Ketua Yayasan Anugrah Pressindo, Ps. Daniel Hendrata memberikan ceramah serta motivasi singkat kepada para murid untuk tidak pernah menyerah dalam menghadapi tantangan atau kesulitan kehidupan, karena Tuhan tidak pernah meninggalkan kita.

 

Ambassador Adikku Sayang, Elvira Natali tak ketinggalan memberikan kesaksian pujian dalam rangka memperingati Hari Ibu. Perasaan haru terlihat di wajah murid-murid Adikku Sayang saat mengingat tentang ibu mereka. Elvira yang beberapa hari kemudian akan merayakan ulang tahunnya, juga membagikan keceriaan kepada murid-murid Adikku Sayang se-Jabodetabek, berupa goodie bag (handuk, kotak makan dan botol minum). Setelah itu, kami menyaksikan penampilan dari murid-murid Adikku Sayang dari setiap center; ada yang bernyanyi, ada juga yang menari.

 

Tidak lupa kami mengajak murid-murid Adikku Sayang untuk membuat kartu ucapan Terima Kasih yang akan dikirimkan kepada setiap sponsor yang telah mendukung mereka selama ini. Adapun tulisan dalam kartu tersebut berisikan doa-doa dan harapan mereka untuk para sponsor di tahun 2017. Acara tidak berhenti sampai di situ, masih ada hadiah Natal lainnya dari seorang sponsor Adikku Sayang, yang hari itu dibagikan, yaitu sepasang sepatu. Ini moment yang sangat mengharukan, karena ternyata pemberian sepatu tersebut sangat berarti bagi mereka. Beberapa dari mereka yang hadir hari itu datang dengan memakai sepatu yang sudah rusak. Tak sanggup mereka menyembunyikan senyum dan rasa syukur ketika menerima hadiah sepatu.

 

Setelah itu Ps. Daniel Hendrata memberikan piala bagi murid Adikku Sayang dari Center Tol Timur yaitu Feby Natasya, yang menang dalam kategori Murid Adikku Sayang Paling Rajin, tahun ajaran 2015-2016. Feby mempunyai kisah hidup yang unik. Setiap hari, setelah pulang sekolah, dia harus membantu orangtuanya berjualan gorengan demi menopang ekonomi keluarga. Sore harinya setelah berjualan, Feby akan pergi ke Anugrah Learning Center untuk mengikuti bimbingan belajar. Feby juga membantu sebagai asisten guru untuk mengajar anak-anak yang lebih kecil yang ada di Center.

Kami bersukacita sekali dapat menyaksikan kebahagiaan di wajah murid-murid Adikku Sayang pada hari itu. Terima kasih kepada setiap sponsor serta partner dari Yayasan Anugrah Pressindo yang telah membantu mewujudkan eduwisata Adikku Sayang 2016, sehingga mereka dapat dengan percaya diri menghadapi tahun yang baru di semester yang baru. Setiap pemberian anda sangat berarti untuk menunjang mimpi-mimpi mereka. Bersama, kita dapat membangun negri dan memberkati generasi!

This post is also available in: English