Teladan Daud

teladan daud
Share This Article

Ayat Bacaan: Yosua 9:1-27

Tujuh kali dalam sehari aku memuji-muji Engkau, karena hukum-hukum-Mu yang adil.

Mazmur 119:64

Dalam Firman Tuhan, Daud merupakan salah satu tokoh yang terkenal sebab dikatakan bahwa dari keturunan Daud akan muncul Juru Selamat yaitu Yesus Kristus. Bahkan Daud lah yang menulis pasal terbanyak dalam Alkitab. Beberapa hal yang perlu diteladani dari Daud yaitu Daud suka memuji Tuhan, sehingga dalam kitab Mazmur banyak tertulis puji-pujian kepada Tuhan. Saat Daud menggembalakan dombanya, dia suka memuji Tuhan dengan kecapi. Dalam keadaan apapun, Daud selalu memuji Tuhan. Bahkan Daud juga mengatakan bahwa tujuh kali dalam sehari, ia memuji-muji Tuhan. Begitu pula dalam hidup ini, hendaklah hidup kita selalu diwarnai dengan pujian serta penyembahan kepada Tuhan, sebab Yesus layak menerima pujian kita. Tuhan bertahta atas setiap pujian umatNya, ada kuasa ketika kita menaikkan pujian kepadaNya. Seperti saat Paulus dan Silas berada di dalam penjara, sekalipun kedua kaki mereka dipasung, mereka tetap memuji Tuhan. Pada akhirnya, kuasa Tuhan turun atas mereka dan mereka menjadi terbebas. Dalam keadaan apapun, jangan pernah berhenti memuji Tuhan. Di saat kita memuji Tuhan, mujizatNya nyata bagi kita.

Daud adalah seorang pribadi yang rendah hati dan mudah ditegur. Saat dirinya jatuh ke dalam dosa, Daud menyadari kesalahannya saat ditegur oleh nabi Natan. Walaupun Daud adalah seorang raja yang memiliki kekuasaan, namun ia tidak sombong dan mau bertobat di hadapan Tuhan. Begitu pula saat kita memiliki kedudukan dan harta, biarlah kita juga boleh senantiasa memiliki kerendahan hati, terutama untuk dikoreksi dan ditegur sebab Tuhan menyukai orang yang rendah hati, namun membenci kecongkakan. Tuhan mendengarkan doa orang yang rendah hati namun mengabaikan doa orang yang congkak. Saat kita mudah ditegur, maka Tuhan akan memimpin kita kepada rencanaNya, serta menunjukkan anugrahNya bagi kita. Daud adalah seorang pribadi yang menghormati otoritas di atasnya, bahkan Daud juga memiliki hati yang mudah mengampuni. Walaupun Saul berusaha untuk menyingkirkan Daud, dan bersikap tidak baik, namun dia tetap menghormati Saul. Suatu saat bahkan ketika Daud memperoleh kesempatan untuk membalas dan membunuh Saul, dia tidak melakukannya sebab dia telah mengampuni Saul dan tidak menyimpan rasa dendam. Begitu pula ketika ada orang yang menyakiti kita, kita harus dapat mengampuninya. Memang tidak mudah. Tanpa pertolongan Tuhan, kita tidak akan mampu mengampuni. Dalam hidup ini kita harus senantiasa mengampuni dan tidak memiliki dendam.

Biarlah di dalam hidup ini, setiap kita boleh menjadi pribadi yang berkenan kepada Tuhan

dan hiduplah hanya untuk menyenangkan hati Tuhan.

 

Share This Article

This post is also available in: English

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

13 − four =