Pasrah dan Percaya

Share This Article

Ayat Bacaan: Kejadian 40:1-23

Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya,

bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan “demikianlah banyaknya nanti keturunanmu”

Roma 4:18

Kehidupan yang kita lalui, bukanlah sesuatu yang mudah. Karena adakalanya kita mengalami masalah, ataupun tantangan. adakalanya juga kita menemui jalan yang buntu, namun disaat kita berada dalam masalah, yang perlu kita lakukan hanyalah percaya dan berserah pada Tuhan saja. Percaya merupakan salah satu kunci untuk kita melihat mujizat Tuhan. Hanya dengan percaya dan pasrah kepada Tuhan kita akan mendapatkan pertolongan serta hidup di dalam kemenangan. Kita harus mempercayai Tuhan dalam segala keadaan. Roma 4:18 disana dikisahkan walaupun sepertinya tidak ada dasar untuk Abraham percaya, namun dirinya tetap percaya dan berharap pada Tuhan, pada akhirnya Abraham mendapatkan janji Tuhan, yaitu dengan  mendapatkan seorang anak. Begitu pula di dalam hidup ini, sesulit apapun masalah yang ada, setidaknya kita harus  belajar untuk percaya pada Tuhan saja.

Kita patut percaya kepada Tuhan karena percaya padaNya, tidak akan ingkar janji.   Setiap janji Tuhan pasti akan digenapi bagi kita, sehingga kepercayaan pada Tuhan itu bukanlah sesuatu hal yang sia-sia, karena Dia tidak pernah mengecewakan orang yang berharap padaNya. Pada saat kita pasrah dan bersandar kepada Tuhan maka hidup kita tidak akan menjadi goyah. Berbahagialah bagi mereka yang mengandalkan Tuhan(Yeremia 17:7) biarlah di dalam tiap keadaan kita boleh percaya hanya pada Tuhan saja

Selain itu, Yesus adalah Tuhan yang sanggup menolong setiap masalah kita, sehingga jangan ragu untuk berserah kepadaNya. Yesus bisa melakukan segala perkara, bahkan apa yang sulit bagi kita, Dia mampu melakukannya.  Disaat kita pasrah pada Tuhan maka Ia akan turun tangan menolong kita.

Agar iman percaya kita semakin di kuatkan, maka hidup kita harus diperkaya oleh firman Tuhan. Di dalam Roma 10:17 dikatakan,  “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”  Banyak orang Kristen imannya lemah dikarenakan selalu ingin mendengar apa kata orang.  Jadi berfokuslah hanya pada perkataan Tuhan melalui firmanNya, agar kita mendapatkan kekuatan. Sebaliknya jangan sampai dari kita yang menutup telinga kepada firman Tuhan. Akan tetapi, hendaknya kita menutup telinga terhadap perkataan yang melemahkan dan membuat kita makin khawatir.

Mulai saat ini mari kita benar-benar percaya dan pasrah kepada Tuhan saja, supaya kita dapat menikmati rencana Tuhan yang indah dan menikmati berkat-berkat Tuhan. Amin

 Kita harus percaya dan pasrah kepada Tuhan, agar dapat  menikmati rencana Tuhan yang indah dan berkat-berkat Tuhan. (J)

Share This Article

This post is also available in: English

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five − five =