Belajar Bersabar

belajar bersabar
Share This Article

Ayat Bacaan: Ulangan 7:1-26

Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.

Amsal  16:32

Dikisahkan pada masa Dinasti Song di China ada seorang petani yang tidak pernah sabar. Ia merasa padi di sawahnya tumbuh sangat lambat. Ia menginginkan padi-padi itu berbuah dengan lebih cepat. Suatu hari ia berpikir ingin menarik-narik padi itu ke atas, agar dapat bertumbuh lebih cepat. Lalu ia menarik-narik semua padinya. Sampai di rumah, dengan bangga ia bercerita kepada istrinya bahwa ia baru saja membantu padinya bertumbuh lebih cepat. Istrinya bingung mendengar cerita sang suami. Ia tidak yakin padi yang baru ditanam tiga minggu yang lalu itu kini hampir menghasilkan. Istrinya mempertanyakan cara ia membantu padi-padi itu bertumbuh lebih cepat. Suaminya mengatakan bahwa ia menarik padi itu ke atas satu per satu. Istrinya terkejut mendengar cerita sang suami. Ia menyalahkan suaminya yang telah melakukan suatu kebodohan. Namun sang suami merasa yakin bahwa itulah cara yang paling baik untuk mendapatkan hasil secara cepat. Keesokan harinya, petani itu pergi ke sawah dengan bersemangat. Namun betapa kecewanya ia ketika melihat bahwa semua padi yang kemarin ditariknya ke atas sudah mati. Karena tidak sabar, ‘usahanya untuk membantu’ malah membuatnya rugi besar.

Begitu pula dalam hidup ini, sebagai manusia, kita memiliki kecenderungan tidak sabar dan selalu menginginkan semuanya terjadi secara instan. Sebenarnya sikap ini membawa kita kepada kesulitan bahkan kerugian. Firman Tuhan juga mengatakan bahwa langkah orang yang tergesa-gesa itu tidak baik. Bahkan juga dikatakan, “Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan” (Amsal 16:32). Di dalam hidup ini diperlukan kesabaran agar kita dapat meraih segala yang terbaik dari Tuhan. Ada banyak hal yang mengharuskan kita menjadi sabar, di antaranya dalam menghadapi setiap proses kehidupan. Seringkali kita ingin proses tersebut cepat-cepat berakhir, namun janganlah kita keluar dari setiap proses sebab semua itu akan mendatangkan kebaikan bagi kita. Di saat kita keluar dari proses, maka kita akan terus berjumpa dengan proses yang sama. Jadi janganlah kita berusaha keluar dengan kekuatan diri sendiri. Begitu pula dalam situasi apapun, setiap pengharapan serta penantian sangat membutuhkan suatu kesabaran agar kita menemukan hal yang terbaik. 

Ingatlah Tuhan Yesus itu sangat setia pada setiap janji-janjiNya. Kita harus memiliki kesabaran sampai tiba penggenapan waktuNya.

 

Share This Article

This post is also available in: English

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

16 + fourteen =