Menaruh Pengharapan

menaruh pengharapan
Share This Article

Ayat Bacaan: Ulangan 15:1-23

Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam

hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

Roma 5:5

 

Kehidupan manusia selalu diwarnai dengan pengharapan. Selama kita hidup, pasti selalu ada suatu harapan yang kita miliki, baik untuk saat ini dan untuk masa yang akan datang. Umumnya, manusia meletakkan pengharapannya pada apa yang dimilikinya, seperti pekerjaan, harta, atau apapun yang mereka miliki. Namun saat kita meletakkan harapan pada apa yang kita miliki, semua ini bersifat sementara dan tidak kekal, sehingga akhirnya kita bisa menjadi kecewa. Ketika kita berharap kepada manusia, hal ini juga dapat mengecewakan, karena manusia dapat berubah setiap saat. Tidak ada manusia yang sempurna, hanya pengharapan di dalam Yesus yang tidak pernah mengecewakan. Sebab Dia tidak pernah berubah serta hanya Dia yang dapat menjamin seluruh harapan kita. Yeremia 17:7 mengatakan berbahagialah mereka yang menaruh harapan hanya pada Yesus.

Dalam masa penantian atau saat kita berharap, tentunya kita pernah mengalami rasa jenuh, namun jangan putus asa, jangan menjadi kecewa sekalipun saat ini pengharapan tersebut belum terwujud. Bahkan walaupun sudah tiada dasar lagi untuk berharap, tetaplah berharap. Ketika kita sudah menaruh pengharapan kita kepada sumber yang tepat yaitu kepadaTuhan, Ia pasti akan menolong kita. Yesus sanggup melakukan segala sesuatu. Ia juga akan membuat segala sesuatu indah pada waktunya. Oleh karena itu, ketika kita sedang menghadapi masalah, hendaknya kita serahkan semuanya pada Tuhan  sambil terus berharap dan menanti pertolongan Tuhan. Dalam Firman Tuhan disebutkan bahwa saat Abraham menantikan anak yang dijanjikan, ia terus berharap pada Tuhan walaupun sebenarnya sudah tiada dasar lagi untuk berharap. Abraham terus berharap sampai janji Tuhan menjadi nyata. Abraham menaruh harapannya pada Tuhan, dan Tuhan membuat semuanya  indah pada waktuNya. Kita perlu memiliki iman bahwa pengharapan di dalam Dia pasti akan menjadi nyata.

Dalam hidup ini, kita harus selalu ingat bahwa ketika kita meletakkan pengharapan pada sesuatu yang salah, hal itu akan membuat kita menjadi kecewa. Sebaliknya, ketika kita menaruh pengharapan pada Yesus, hidup kita akan menjadi penuh sukacita sebab pengharapan di dalam Dia adalah suatu kepastian dan bukan kemungkinan.

Mulai hari ini, mari pastikan bahwa kita hanya menaruh pengharapan kepada Yesus,

Dia adalah sumber kemenangan kita. Amin.

 

Share This Article

This post is also available in: English

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three × 1 =