Brief Update about Palu Relief #Solider4Palu – Hari ke 01, 08 Oktober 2018

Team kami 13 orang berangkat semalam, 11 orang, Senin, 8 Okt 2018, pk. 02:30 WIB dgn Batik Air. 2 orang berangkat pk. 06:30 dengan Hercules TNI.

Palu tidak sama lagi seperti yang saya selalu kagumi sebelumnya. Dari udara saya bisa melihat beberapa kaki gunung yang longsor. Tidak bisa dibayangkan bila ada dusun atau rumah-rumah warga di sekitarnya.

 

Life is very fragile indeed.

14 Feb 2018 saya diundang ke Rock Palu untuk membawakan Seminar Komunikasi dan Keintiman dalam keluarga.
Dan hari ini saya menapakkan kaki kembali dgn perasaan sangat campur aduk.

Melihat ATC Control yang hancur tidak bisa membayangkan kisah heroik saudara Anthonius yang luar biasa. Dia satu-satunya yang masih tertinggal di station; dia tinggal untuk memastikan pesawat terakhir tinggal landas dengan selamat, membawa lebih dari 140 orang. Setelahnya, Menara Kontrol ambruk dan dia kehilangan nyawanya. Tindakan beraninya menyelamatkan banyak jiwa.

Puji Tuhan kami membawa 5 ton barang, dibagi menjadi 3 keberangkatan: 2 Ton dengan Batik Air dan Hercules.1,5 ton ke 2 dan 1,5 ton ke 3 dengan Hercules (tunggu kepastian dari Lanud Halim).

Sore ini kami menyisir daerah Sigi dan saya melihat Sigi yang PORAK PORANDA. Saya sering menilik lokasi kejadian gempa, tapi ini yang paling PARAH yang selama ini pernah saya lihat.

Banyak desa belum terjangkau padahal sudah H+12. Kedatangan kami bahkan bagaikan secercah harapan baru pada hidup mereka.

Bayangkan ini:
• Sekolah hancur – bbrp murid meninggal.
• Gereja dan Rumah Ibadah lainnya hancur. 1 Gereja GBI hancur total, 1 Bala Keselamatan rusak struktur.
• Listrik masih mati
• Air keluar seadanya
• Makanan sangat sedikit
• Susu bayi tidak ada
• Rumah 80% pada hancur.

Bagaimana bisa melanjutkan hidup? Kadang sukar mengerti rencana dan kedaulatan Tuhan, apalagi kebaikanNya. Tetapi saya justru melihat bagaimana para korban ini masih dapat tersenyum dan mengucap syukur pada Tuhan!!

Target kami untuk 10 hari ke depan, menjangkau 5,000 orang dengan baksos medis, sepertinya BAKAL terlalu sedikit dibanding kebutuhan di lapangan.

Tetapi secercah HARAPAN ini lah yang akan membuat mereka terus berjuang dan bertahan diatas puing2 kehidupan yang luluh lantak.

-Hope keeps us alive-

Saya berjumpa dengan Ibu ini, Namanya Rachel. Waktu datang, dia membawa dua anak kecil. Saya tanyakan kabarnya, dia menjawab, “Baik.” Saya bertanya lagi kepadanya, “Apakah masih ada alasan untuk bersyukur kepada Tuhan?” Dia bilang, “Ya! Saya masih hidup dan itu adalah alasan pertama saya untuk mengucap syukur kepada Tuhan.” Ibu ini sangat yakin mendeklarasikan bahwa Tuhan baik, meskipun dia baru saja kehilangan rumahnya. Dia datang bersama anak-anaknya, salah satunya bernama David Beckham. Ya, seperti nama pemain sepak bola yang terkenal itu.

Mengertilah saya bahwa orang-orang ini tidak pahit terhadap Tuhan!! Kedatangan kami ke tempat itu membawa harapan, dan di Alkitab dikatakan pengharapan itu membuat kita tetap bertahan hidup. Itu benar!

Hari ini, karena waktu yang terbatas, kami baru menjangkau kepada 50 keluarga, tapi besok, kami akan menjangkau kepada 300-500 orang, Jika progres nya berjalan dengan baik, kami harapkan dalam waktu 10 hari, kami akan menjangkau sekitqar 5.000 orang.

Tim dokter bertekad untuk tinggal selama 10 hari di Palu, dan bila diperlukan, kami akan kirimkan shift ke 2. Suatu dedikasi tertinggi dari kehidupan para dokter dan perawat ini yang mulai hari ini mereka menjadi teman-teman baik saya. Beberapa dari mereka cuti dari tugas mereka di RS (bahkan cuti 12 hari kerja dihabiskan dengan membantu korban gempa ini). Beberapa bahkan meninggalkan suami/istri dan anak mereka. Dedikasi yang mulia dan keputusan unik yang mereka ambil. Padahal mereka juga adalah manusia biasa seperti saudara dan saya. Belum lagi beberapa staff Anugrah dan mahasiswa Adikku Sayang yang mempersiapkan barang-barang bantuan selama 4 hari sebelum keberangkatan tanpa kenal lelah!!

Semua ini bisa dicapai karena adanya teman-teman lain yang tidak egois, ya ANDA!!. Terima Kasih atas pemberian terbaik yang sudah Anda berikan. Saya percaya bahwa apa yang sudah Anda lakukan PASTI memberkati mereka. Kami akan terus kunjungi sampai selesai tuntas. Doakan kami.

In HIS Service,
Ps. Daniel Hendrata
And all the team of Anugrah Ministries.
#Solider4Palu

This post is also available in: English