CMO – 18 “107 Jam Perjalanan Menuju SMO 18 SD ANUGRAH”

Share This Article

Tahun lalu, pada waktu kami membangun Pondok Kasih Anugrah di Uetuwu, Sulawesi Tengah, kami tahu bahwa Tuhan menghendaki kami untuk mengadopsi desa tersebut. Tetapi hal itu datang begitu cepat kepada kami ketika sekelompok anak muda (Casey Puppet Ministry) datang dan menjelaskan kepada kami bahwa mereka memiliki beban bagi suku terasing yang sukar dijangkau. Mereka juga menjelaskan bahwa mereka akan mengumpulkan dana dan bermitra dengan kami untuk membangun sebuah gedung sekolah bagi kelompok masyarakat tersebut. Saat itu juga kami menerima peneguhan bahwa ini adalah janji temu Ilahi untuk membangun gedung sekolah di Uetuwu.

Akhirnya, hari yang direncanakan pun tiba. Ps. Daniel dan tim harus menempuh 107 jam perjalanan PP menuju Uetuwu dan pulang kembali ke Jakarta, dengan menggunakan pesawat, mobil, sepeda motor dan berjalan menembus hutan dan gunung selama 10 jam. Hal ini terjadi karena helicopter yang biasa dipakai sebagai alat transportasi rusak. Tetapi, perjalanan itu menjadi suatu perjalanan yang luar biasa dan sangat berkesan.

Pada waktu peletakan batu pertama dilakukan, Ps. Daniel mengatakan bahwa pendidikan adalah sebuah cara untuk merubah kehidupan dan masa depan. Buta huruf membuat manusia dan daerah menjadi bodoh dan tertinggal. Oleh karena itu, dengan dibangunnya gedung sekolah ini, maka anak-anak suku Wana akan memiliki kesempatan untuk manjadi sama dengan anak-anak di kota. Di sekolah ini tidak hanya kami akan mengajarkan membaca dan menulis, tetapi kami juga akan mengajarkan bagaimana meraih masa depan dan cita-cita melalui pengenalan akan Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat.

Kami juga memakai kesempatan ini untuk mengisi Panti Asuhan kami, Pondok Kasih Anugrah di Uetuwu. Kami membawa kasur matras untuk anak-anak dan para guru, wajan dan panci, piring, alat makan, obat-obatan, pakaian dan mainan bekas. Saat anak-anak di kota tidak lagi meng- hendaki mainan ini, kita dapat melihat bagaimana mata anak-anak suku Wana berbinar-binar dengan suka cita menerima berkat yang luar biasa.Terima kasih atas apa yang telah saudara lakukan.

Kami percaya bahwa ini adalah tanah yang baik dan kalau Anda terpanggil bergabung bersama kami untuk satu tujuan yang sama, jangan ragu-ragu untuk menghubungi kami.

[wppa type=”slideonlyf” album=”175″][/wppa]

Masih ingat dengan sekolah yang sedang kami bangun di Uetuwu, Sulawesi Tengah? Sekolah ini akan menjadi institusi pendidikan pertama yang dikelola secara langsung oleh Anugrah Ministries. Kami akan beri nama SD Anugrah. Sejauh ini proses pembangunan berjalan dengan baik walaupun ada beberapa halangan di sana-sini. Halangan terbesar disebabkan oleh lokasi yang sukar ditempuh, dan juga hujan. Mungkin Anda berpikir bagaimana caranya bahan bangunan dikirim ke sana? Untuk kayu, sebagai bahan utama dari gedung ini, kami harus tebang dan proses sendiri. Untuk batu dan pasir, kami harus menambang sendiri di sungai terdekat. Sedangkan untuk semen dan bahan lainnya, kami harus membopongnya atau menerbangkannya dengan helikopter.

Selain membangun gedung sekolah SD yang baru, kami juga merombak gedung sekolah yang lama dan mengubahnya menjadi TK dan ruang guru. Dengan hati yang besar, kami melaksanakan kedua proyek ini pada saat yang bersamaan. Bila anda melihat wajah anak-anak di sana, anda akan melihat betapa bersemangatnya mereka, senang dan tidak sabar menunggu untuk belajar di kelas-kelas yang baru. Pada saat ini, kami akan segera topping off. Bila Tuhan mengizinkan, kami berencana akan melakukan topping off pada pertengahan bulan Mei 2014, dan meresmikan dua gedung sekolah yang baru pada pertengahan bulan Juli 2014. Saat yang tepat untuk memulai tahun ajaran baru 2014-2015.

Kami sangat bersemangat melihat jalannya proyek-proyek ini. Kami tahu bahwa hal ini tidak hanya akan mengubah nasib anak-anak suku Wana, tetapi juga menjadi cara yang efektif untuk membawa mereka mengenal Yesus Kristus dalam hidup mereka. Terima kasih kepada Cassey Puppet yang telah mensupport pembangunan exterior dari gedung SD. Bila Anda terbeban untuk menjangkau anak-anak ini, kami mengundang Anda untuk bermitra dengan kami demi memastikan proyek gedung sekolah ini terselesaikan dengan baik dan mendukung operasional dari sekolah ini. Terima kasih dan Tuhan Yesus memberkati!

[wppa type=”slideonlyf” album=”227″][/wppa]

[wppa type=”slideonlyf” album=”228″][/wppa]

 

Peresmian CMO 18: Sekolah Anugrah di Uetuwu, 23 – 27 Feb 2015

Setelah proses pembangunan selama 1,5 tahun, akhirnya merupakan kelegaan bagi kami bahwa kami dapat menyelesaikan proyek ini. Ada begitu banyak tantangan yang terjadi pada kurun waktu pembangunan, tetapi kami mengerti apa yang Firman Tuhan katakan dalam Roma 8:28 bahwa segala sesuatu terjadi untuk kebaikan bagi orang-orang yang mengasihi Kristus. Dalam kurun waktu ini, kami mulai mengambil alih seluruh operasional pelayanan Uetuwu dari rekan sejawat yang masa pengabdiannya menjangkau suku terasing Wana selama 14 tahun sudah berlalu.

Sejak September 2013, kami mulai menugaskan sepasang staff Anugrah Ministries, tim suami istri, James Jamlean dan Stella Waas Hoke, sebagai Kepala Harian di Rumah Misi kami, Pondok Kasih Anugrah. Tugas utama mereka adalah melatih murid-murid dan guru-guru agar menjadi dewasa rohani, dan memenangkan hati kepala suku, aparat pemerintahan desa, juga komunitas dari dusun Uetuwu. Setelahnya, untuk melanjutkan proses pembangunan gedung sekolah yang baru, SD Anugrah.

Tantangan-tantangan yang kami hadapi dalam menyelesaikan proyek ini, beberapa di antaranya adalah:

Kekurangan bahan bangunan, karena lokasi yang sulit dijangkau, di atas gunung, kadang kami perlu menerbangkan beberapa bahan bangunan dengan helikopter, sisanya dibopong oleh penduduk lokal yang pekerjaannya adalah mengangkut barang-barang berat, seperti Sherpa atau Bedouin. Kondisi ini membuat biaya transportasi membengkak sampai dengan 30-35% dari keseluruhan proyek.

Kekurangan tukang batu dan tukang kayu. Bahan utama yang kami gunakan dalam proyek konstruksi ini adalah kayu. Kami tidak membeli kayu. Kami menebang kayu yang ada di hutan dan memprosesnya sendiri, dan pemerintah setempat memberikan izin untuk aktivitas tersebut. Tetapi, tidak mudah untuk menemukan tukang kayu yang baik dan cocok. Beberapa di antara mereka tidak jujur, dan karena sulit untuk mengawasi mereka dikarenakan lokasi yang jauh, beberapa di antara mereka pergi tanpa menyelesaikan komitmen kerja mereka.

Cuaca yang tidak bersahabat juga memberi masalah. Karena Uetuwu berada di atas gunung, sering kali kami mendapatkan hujan yang bukan main lebatnya dan peningkatan curah hujan. Sebagai hasilnya, diperlukan waktu yang jauh lebih lama untuk mengeringkan kayu-kayu kami di bawah terik matahari. Ditambah lagi, saat hujan lebat, daerah ini akan terisolisasi, dengan meluapnya air di sungai-sungai. Semakin lama proses konstruksinya, semakin mahal pula proyek ini jadinya.

Rabu, 25 February 2015 merupakan tonggak sejarah bagi kami dan warga Uetuwu. Para murid, orang tua, dan beberapa orang yang ingin mengirimkan anak-anak mereka ke sekolah kami, datang menghadiri Upacara Dedikasi, sekitar 80 orang jumlahnya. Pada saat mendedikasikan gedung, Ps. Daniel mengingatkan mereka betapa Tuhan mengasihi dan peduli akan mereka. Firman dibagikan dari Yeremia 29:11, “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” Ps. Daniel menjelaskan kepada mereka yang hadir bahwa pendidikan adalah cara Tuhan membantu merubah masa depan anak-anak mereka. Bagaimana Tuhan bahkan menjamah beberapa organisasi dan individu supaya mau membagikan apa yang mereka punya; merekapun menyadari bahwa Tuhan punya rencana yang besar bagi masa depan anak-anak Suku Wana di Uetuwu. Ini adalah tanda dimulainya suatu awal yang baru, di mana anak-anak akan diberikan pengetahuan, disiplin dan tuntunan dalam jalan Tuhan.

Kami juga mengucapkan terima kasih kepada HOPS Puppets dan teman-teman yang telah membantu kami membangun struktur dan eksterior dari enam kelas gedung SD Anugrah, dan PT. BPR Palu Lokadana yang membantu kami merehabilitasi gedung lama untuk kami gunakan menjadi PAUD, TK dan Ruang Guru. Juga kepada ISMILE, keluarga Bpk. Gunawan Santoso, keluarga Krisrawitno Moesalim, pemirsa Good News program dan Church of Praise di Singapore, yang membantu kami membangun dan mengisi interior dari 9 ruangan tersebut. Tak lupa, sister school kami, Raising Star Institute yang membantu kami dengan kurikulum dan pelatihan guru. Dengan semua fasilitas baru ini, kami dapat mempersiapkan ruangan-ruangan, kelas-kelas, kurikulum dan guru-guru untuk menyambut tahun ajaran baru 2015-2016 yang akan segera dimulai di bulan Juli 2015. Terima kasih!!

“Pendidikan adalah senjata yang paling ampuh yang dapat digunakan untuk merubah dunia.” Nelson Mandela

[wppa type=”thumbs” album=”332″]Any comment[/wppa]

Share This Article

This post is also available in: English

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × three =