Ketika Sifat Egois Melingkupi Diri Kita

sifat egois
Share This Article

Setiap manusia memang sudah diwariskan mempunyai jiwa sosial, sehingga mau tidak mau antara manusia satu dengan yang lainnya saling bergantung. Seringkali kita diperhadapkan dengan masalah yang pada akhirnya mengharuskan kita untuk meminta bantuan dari seseorang atau orang yang terdekat dengan kita, begitupun sebaliknya. Sehingga ini menimbulkan hubungan timbal-balik. Sayangnya terkadang hubungan seperti ini tiba-tiba harus berakhir, lantaran ada sifat mementingkan diri sendiri atau keegoisan yang terjadi.

Egois berasal dari kata ego, sedangkan ego itu sendiri adalah aku dalam bahasa Yunani, jadi orang yang disebut egois adalah orang yang memang mementingkan dirinya, mementingkan akunya. Pada dasarnya sifat egois sudah ada dalam diri kita sejak masih balita. Bahkan setiap manusia pastilah memiliki sikap ini.

Egois berasal dari kata ego, sedangkan ego itu sendiri adalah aku dalam bahasa Yunani

Munculnya rasa mementingkan diri sendiri atau keegoisan ini, dilatarbelakangi oleh beberapa factor. Dua diantaranya, karena orang tersebut berasal dari keluarga yang serba berkecukupan dan dimanja, sehingga apa yang diinginkan olehnya sejak kecil selalu bisa tercukupi, kemudian bisa jadi orang tersebut berasal dari keluarga sangat kurang kasih sayang atau perhatian. Sehingga akan timbul karakter anak yang tidak mengenal kasih ataupun pengorbanan.

Contoh dari sifat egois ini, sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari, seperti seseorang yang merokok di tempat atau kendaraan umum. Dengan seenaknya ia menghisap dan mengeluarkan asap rokok tanpa memperhatikan sekitarnya, bisa juga terjadi dalam keluarga, ketika salah satu anggota keluarga menonton acara televisi favoritnya tanpa mau berbagi dengan siapapun.

Memang tidak salah, kalau kita lebih berfokus pada diri sendiri, tanpa memandang orang lain. Kesalahannya adalah jika kita terlalu berlebihan mementingkan diri sendiri, sehingga apa yang dinasehatkan orang mengenai kita, kita tidak mau ambil pusing. Dan hal ini tentunya tidak mempunyai dampak yang baik, karena akan mengakibatkan orang-orang di sekitar kita untuk menjauh. Tidak ada orang yang bisa bertahan berada di dekat orang yang egois, karena yang ada dalam pikiran orang yang bersifat egois hanyalah dirinya, tanpa peduli orang lain.

Lalu bagaimanakah memerangi sikap egois ini? Mungkin yang pertama harus dilakukan adalah mengintrospeksi diri sendiri, kemudian jangan membanding-bandingkan diri dengan orang lain dan yang paling penting kembangkan sikap untuk melayani orang lain.

Apakah Anda seorang yang memiliki sifat egois?

“dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.” (Filipi 2: 4-5)

 

Share This Article

This post is also available in: English

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two × 5 =