Ayat Bacaan: Ulangan 16:1-22
Namun demikian Aku mencela engkau,
karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.
Wahyu 2:4
Saat kita pertama kali mengasihi seseorang, tentunya kita selalu memiliki keinginan untuk menyenangkan hatinya, bahkan melakukan yang terbaik baginya. Begitu pula dengan cinta kita kepada Tuhan. Saat kita pertama kali lahir baru, kita begitu menggebu-gebu dalam mengikut Dia. Kita ingin selalu dekat dengan Tuhan, berusaha untuk menyenangkan hati Tuhan. Tetapi dengan berjalannya waktu, terkadang kita kehilangan cinta kita yang semula. Kerajinan kita di dalam Tuhan menjadi kendor, atau kita mulai undur dari pelayanan. Namun di saat yang seperti itulah, kita harus bangkit dan kembali kepada kasih yang semula. Tuhan ingin kita selalu kembali kepada kasih yang semula. Saat kita mulai menjauh dari Tuhan, kita harus ingat bagaimana pertama kali saat kita memiliki komitmen kepada Tuhan. Jangan sampai semua itu hilang karena masalah atau situasi yang kita alami. Dalam keadaan apapun kita harus senantiasa tetap mengasihi Yesus. Kita harus selalu ingat bahwa Tuhan sudah terlebih dahulu mengasihi kita. Tuhanlah yang memilih kita. Semua itu dilakukanNya dengan kasih yang besar. Dia patut menerima kasih kita, dan jangan sampai kita meninggalkan kasih kita kepada Tuhan.
Yang berikutnya, Firman Tuhan menuliskan supaya kita dapat mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, serta akal budi. Dalam hidup ini kita harus belajar untuk mengasihi Yesus dengan segenap kemampuan kita. Di dalam kondisi apapun, hendaknya kita tetap mengasihi Yesus. Percayalah bahwa kasih kepada Yesus itu sifatnya kekal, sebab Dia adalah Tuhan yang kekal. Hendaknya kita selalu memenuhi hidup kita dengan cinta kepada Tuhan, biarlah kita selalu dapat memelihara kasih kita kepada Tuhan.
Jangan sampai kita meninggalkan kasih kita kepada Tuhan. Tuhan tidak ingin kita menggantikanNya dengan yang lain. Misalnya, kasih kita kepada Tuhan dapat berkurang karena hobby kita. Tuhan ingin kita hanya mengasihi Dia. Jadi jangan biarkan kasih kita menjadi kendor oleh karena masalah atau tantangan, sebab Tuhan tetap baik bagi kita. Peliharalah selalu kasih yang semula kepada Tuhan, jadikanlah Yesus sebagai yang utama dalam hidup kita, biarlah kasih kita kepadaNya lebih besar dari apapun yang ada dalam diri kita.
Hendaknya kita mengutamakan Tuhan dan tetap mengasihi Dia, karena Dia selalu mengasihi kita.
Bahkan kita tidak akan kekurangan apapun yang baik. Amin.
This post is also available in:






Facebook Comments
Default Comments