Membuang Kebencian

Share This Article

Ayat Bacaan: Kejadian 4:1-26

Kata Kain kepada Habel, adiknya: “Marilah kita pergi ke padang.” Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.

Kejadian 4:8

 

Dalam ayat bacaan dikisahkan bahwa Kain dan Habel bersama-sama mempersembahkan korban bakaran kepada Tuhan. Namun saat itu Kain melihat bahwa Tuhan lebih berkenan dengan persembahan Habel. Seketika itu hati Kain mulai dikuasai oleh iri hati. Dia bahkan merasa benci terhadap adiknya. Kain terus menyimpan kebencian itu hingga akhirnya ia membunuh Habel. Setiap kita memang pernah mengalami rasa iri, namun janganlah sampai kebencian itu menguasai hidup kita dan menimbulkan kejahatan. Di hadapan Tuhan, menyimpan dendam maupun kebencian itu merupakan sesuatu yang jahat. Tuhan rindu kita saling mengampuni, belajar bersyukur dengan yang ada dan tidak iri dengan orang lain.

Setiap kita harus dapat menghindar dari kebencian, sebab kebencian dapat membuat seseorang melakukan tindakan yang jahat seperti cenderung mencari kesalahan orang lain. Sebagai umat Tuhan, kita diciptakan untuk saling mengasihi satu dengan yang lain. Apabila ada perselisihan, hal ini seharusnya diselesaikan dengan baik supaya jangan sampai terjadi kebencian. Mazmur 133:1-3 mengatakan bahwa sungguh alangkah baiknya bila sesama saudara seiman hidup rukun bersama.

Kebencian harus dibuang dari hidup kita, sebab hal itu akan menghalangi berkat Tuhan atas kita. Saat memiliki kebencian terhadap seseorang, doa yang kita naikkan akan menjadi terhalang. Dalam Matius 5:23-24 dikatakan jika kita sedang berdoa dan dalam hati kita ada sesuatu kebencian terhadap sesame, maka kita harus membereskannya terlebih dahulu. Jadi sebelum berdoa kita harus benar-benar memeriksa kondisi hati kita. FirmanNya mengatakan bahwa yang menjadi penghalang antara kita dengan Tuhan adalah segala dosa kita. Kebencian merupakan suatu dosa di hadapanNya. Jadi ketika kita ingin mengalami berkat Tuhan dan ingin menerima yang terbaik, kita harus menjauhkan hidup kita dari kebencian. Kita harus belajar saling mengampuni dan memaafkan.

Kebencian di dalam hati kita akan menghilangkan damai sejahtera yang ada, dan membuat kita sulit bersukacita. Hal ini sangat merugikan kita. Mereka yang kita benci justru tidak dirugikan, kitalah yang sesungguhnya rugi bila menyimpan kebencian. Kita harus dapat merelakan kebencian itu pergi dari hati supaya kita dapat selalu bersukacita dan melihat berkat Tuhan. Sebenarnya tidak ada keuntungan saat kita menyimpan kebencian. Semuanya hanyalah sia-sia. Kehidupan yang kita jalani akan terasa indah saat kita tidak dikuasai oleh kebencian, sebab Tuhan akan memberkati apabila kita boleh hidup di dalam kerukunan.

 

Di manapun kita berada, biarlah kita boleh selalu hidup di dalam kasih Kristus. Amin.

 

Share This Article

This post is also available in: English

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × 3 =