Report from Anugrah Medical Team di Palu #Solider4Palu – Hari ke 03 & 04, 10-11 Oktober 2018

Pada hari ke-3, Rabu, 10 Okt 2018 & hari ke-4, Kamis, 11 Okt 2018, Anugrah Medical Team menyisir ke Kayumalue, terletak sekitar 40 menit dari Palu.

Kami memberikan bantuan Medis kepada sekitar 250 pasien pada hari ke-3, dan sekitar 300 pasien pada hari ke-4.

Salah satu cerita yang bisa kami angkat adalah laporan dari dokter Indi:
Hari ini aku bertemu dgn Pak Adhan Munir, 37th. Dia pedagang cilok dan mempunyai 2 orang anak. Dia kehilangan istri, 1 anak dan keponakannya. Bapak ini kakinya luka, sobek di telapak kaki kiri. Rumah mereka habis rata, tinggal pondasinya saja. Anaknya yang bungsu ditemukan tertimpa reruntuhan tembok, tapi selamat dalam keadaan kaki kanannya sobek. Bapak Adhan setiap hari muter-muter mencari istrinya sampai hari ini belum ketemu. Kalau sudah ketemu, dia akan pulang ke kampungnya di Bojonegoro.

Berikut juga laporan dari salah satu relawan Anugrah, Mario:
Ada seorang pasien bernama Pak Wale, 53th. Beliau jalan menggunakan tongkat (sedikit pincang). Kakinya kena benda tajam (pada saat bencana) dan beliau minta diobati oleh tim medis kita. Sedihnya, istrinya belum ketemu sampai hari ini. Padahal sudah H+15 setelah bencana.

 

Terkadang fungsi kita tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga memberikan telinga untuk mendengarkan curahan hati para korban ini, di mana mereka bisa melepaskan kepenatan dan kegalauan jiwanya. Doa kami untuk Bapak Adhan Munir dan Bapak Wale beserta keluarga lainnya yang sedang menanti, agar segera mendapatkan kepastian tentang kondisi keluarganya yang hilang.

Salah satu dari Team relawan kami juga kembali ke Jono Oge di Sigi. Di sini kami kembali mengirimkan sejumlah bantuan berupa beras, susu, makanan instant dan sanitary.

“Janji adalah Hutang”
Senin yang lalu (8 Okt 2018) karena kondisi jalan yang hancur (pada laporan hari ke-1), maka kami hanya bisa membawa mobil pick-up kecil. Di saat bantuan menipis, kami berkata kepada Pdt Markus M., Gembala GBI Sigi untuk memberitahukan kepada warga bahwa kami PASTI akan kembali. Mereka dengan tertib dan tidak berebut mendaftarkan nama-nama mereka. Suatu nilai yang luar biasa ditunjukkan oleh para korban di Sigi ini. Sangat jelas berbeda dengan berita penjarahan yang kerap kita dengar.

Jadi janji yang merupakan hutang ini harus ditepati. Oleh karena keterbatasan team, maka relawan anak-anak muda Rock Palu yang menjadi perantara distribusi ini. Puji Tuhan, distribusi berlangsung baik dan sangat lancar.

Dengan adanya dukungan dari teman-teman, para sahabat dan donatur, maka Anugrah Medical dan Relief Team dapat bekerja lebih efektif lagi. Puji Tuhan!!

Pada hari ke 5, Jumat, 12 Okt 2018, Medical Team kami split menjadi dua bagian.
Team ke-1: dokter-dokter pria ditemani oleh 2 fasilitator akan menembus ke Kulawi. Kulawi adalah salah satu daerah yang sangat sukar ditembus. Selama 10 hari pertama, bantuan oleh pihak pemerintah hanya dilakukan melalui helicopter dropping.

Jadi karena kondisi jalan yang sudah sedikit membaik. Maka Team ke-1 akan melakukan medical operational selama 2 hari 2 malam di sana. Mereka akan bekerja sama dengan sebuah Gereja lokal dan akan melakukan penyisiran di sekitar 3-5 titik selama dua hari ini. Kondisi di lapangan masih unpredictable, bila hujan jalanan akan sangat licin dan masih berpotensi longsor. Support Team ke-1 dalam doa ya.

Team ke-2: dokter-dokter wanita dan 2 facilitator, akan menyisir ke daerah yang lebih dekat dengan Palu seperti Jono Oge di Sigi, Matikole dan kemungkinan ke Donggala.

Kami lampirkan foto-foto operasional pada hari ke-3 dan ke-4. Tuhan memberkati!!

In HIS Service,
Ps. Daniel Hendrata & semua tim Anugrah Ministries yang bertugas.
#Solider4Palu

This post is also available in: English