Belajar Memaafkan

Share This Article

Sepanjang hidup kita, pastilah sering menemui perselisihan antara sesama, entah dari saudara sendiri, orang tua, pasangan kita ataupun teman-teman dekat selama ini. Memang masih dianggap hal biasa kalau perbedaan pendapat tersebut dalam tahap yang sangat-sangat wajar.  Namun apa jadinya kalau perselisihan bisa menjadi panjang dan berakibat permusuhan? Ini yang harus diperbaiki.

Kata maaf memang sangat mudah diucapkan, tetapi apakah semudah itu dipraktekkan? Saya rasa pastilah sangat sulit bagi mereka yang mengalaminya, memaafkan seseorang padahal kita tahu sendiri kesalahannya sangatlah fatal.  Tidak semudah itu memaafkan orang tersebut, kalau mengingat kesalahan-kesalahannya pada kita. bukannya tambah mengampuni, kebencian yang ada pada diri kita semakin bertambah sehingga berakibatkan dendam. Seperti ini yang harus dihindari.

Saya teringat dengan seorang teman, yang selalu merasa bangga akan kebenciannya terhadap seseorang yang bersalah padanya, bahkan dengan mudahnya ia mengatakan tidak akan memaafkan orang tersebut, selama orang yang menyakitinya belum minta maaf. Ironis memang, karena di satu sisi, teman saya ini adalah seorang pelayanan, yang pasti paham betul arti dari mengasihi.

Banyak orang didunia ini, masih bisa hidup tenang walaupun disatu sisi ia memelihara kebencian dengan sesamanya. Masih bisa bergereja bahkan berdoa kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh, padahal ia sendiri belum menyelesaikan masalahnya dengan orang yang ada didekatnya. Padahal didalam Doa Bapa kami yang Tuhan yesus ajarkan mengatakan, Ampunilah dosa kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah terhadap kami.  Yang berarti Tuhan akan mengampuni kita selama kita bisa mengampuni orang lain, atau yang pernah menyakiti hati kita.

Sebenarnya kemarahan atau emosi itu sendiri tidak berlangsung lama. Namun yang membuat permusuhan itu terjadi, ketika seseorang itu malu untuk mengatakan maaf atau lebih dikenal gengsi . Sehingga mereka berpikir lebih baik menyimpan kebencian daripada meminta maaf. Sehingga pada akhirnya  tanpa disadari ia memelihara dosa, yaitu dosa kebencian.

Sekarang kita tidak tahu, apakah hidup didunia ini akan lama atau sebentar lagi. Sebelum kita dipanggil, sebaiknya kita menyelesaikan permasalahan kita dengan sesama. Karena seperti yang kita ketahui, Tuhan sudah lebih dahulu mengampuni kita, jadi kenapa kita tidak bisa memaafkan orang lain?

Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu (Efesus 4 : 26)

Share This Article

This post is also available in: English

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8 + 10 =