Melekat pada Sumbernya

Share This Article

Ayat Bacaan: Imamat 3:1-17

Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak,

sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Yohanes 15:5

Ibarat Sebuah pohon yang bertumbuh besar akan mempunyai banyak cabang serta ranting. Dan pohon itu akan terus bertumbuh hingga menghasilkan buah pada waktunya. Dan buahnya akan dinikmati banyak orang. Tetapi jika ada cabang atau ranting yang rusak atau patah maka akan menjadi kering,. dan tentunya tidak akan ada buah yang dapat dihasilkan dari cabang atau ranting tersebut. Dalam Yohanes 15 :1 mengatakan, kehidupan rohani umat Kristiani digambarkan seperti cabang atau ranting pohon, dan Yesus merupakan sebagai pokok anggur. Tuhan ingin kita dapat melekat padaNya, yang mana kita memiliki hubungan yang intim dengan Dia. Sebab dalam kekristenan hal yang terpenting adalah memiliki persekutuan yang erat dengan Yesus.

Dalam Firman Tuhan dikisahkan tentang Maria dan Martha, dikatakan bahwa Maria telah mengambil bagian yang terbaik sebab dia duduk diam mendengarkan Yesus sedangkan Martha hanya menyibukkan dirinya. Kita harus senantiasa menyediakan waktu yang terbaik bagi Yesus. Saat kita melekat denganNya, maka kita juga akan duduk diam , mendengarkan perkataan Yesus bagi kita. Dan Tuhan akan menyatakan kehendakNya sehingga hidup kita selalu ada dalam rencanaNya. Dikatakan juga bahwa di luar Yesus maka kita tidak akan dapat apa-apa sebab hanya Dia yang berkuasa atas hidup kita. Jadi hidup kita memang harus bergantung pada Tuhan saja.

Sebagai manusia pastilah ada kelemahan dan kekurangan sehingga perlu untuk melekat pada Yesus agar kehidupan kita senantiasa dikuatkan. Hanya di dalamNya kita akan dikuatkan untuk menjalani hidup ini .

Kita harus melekat denganNya, sebab Dia adalah sumber segalanya bagi hidup kita, berkat, kesehatan, yang kita terima sampai hari ini itu adalah anugerahNya saja  dan bukan semata mata karena kemampuan kita sendiri, tanpa Tuhan kita tidak akan mampu untuk mendapatkan semuanya. Ketika kehidupan kita erat dengan Tuhan maka secara otomatis  akan memgalami, sukacita, damai sejahtera, kekuatan, penghiburan, hikmat dan lainnya akan mengalir dalam hidup kita

Mari mulai hari ini kita memiliki persekutuan yang erat dengan Yesus, jangan biarkan berkat terlepas dari kehidupan kita, oleh karena kita lupa untuk bersekutu denganNya.

 

Mari kita meraih kehidupan yang penuh dengan berkat, berkelimpahan di dalam Kristus Yesus. Amin

Share This Article

This post is also available in: English

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three × 4 =