Banyak orang mengenal Marissa Susanto karena drumming uniknya yang viral memainkan panci, ember, dan alat dapur dengan penuh energi. Tapi di balik sorotan itu, ada sebuah kisah yang jauh lebih dalam.
Marissa tumbuh bersama sosok Mama yang ia cintai sepenuh hati. Namun ketika Mama dipanggil pulang ke rumah Bapa, hidupnya seakan runtuh. Kesedihan, rasa kehilangan, dan duka yang panjang membuatnya merasa kecil dan tak layak.
Namun justru di titik terendah, Tuhan menjamah Marissa. Ia dipulihkan, diangkat, dan diberi keberanian untuk melangkah lagi. Dari dapur rumahnya di Soe, Tuhan membawanya melayani sampai ke benua Afrika, mengajar anak-anak bermain drum dengan alat sederhana.
Dalam perjalanan ini, Marissa juga menemukan cinta sejati bersama Widi, sosok yang kini menjadi pendamping hidupnya. Bersama-sama mereka belajar bahwa kehilangan bukanlah akhir, melainkan pintu bagi rencana Tuhan yang lebih besar.
Kisah ini bukan sekadar tentang musik atau viralitas. Ini adalah tentang pemulihan, pengharapan, dan panggilan bahwa Tuhan bisa memakai siapa pun, bahkan dari tempat yang paling sederhana, untuk menjangkau bangsa-bangsa.
Saksikan cerita lengkapnya di GoodNews Program, dan biarkan imanmu diteguhkan.




