GoodNews 722 – SATU GINJAL UNTUK ANAKKU, BUKTI CINTA AYAH

Share This Article

Penyakit gagal ginjal kini tak lagi membatasi sasarannya pada orang dewasa. Anak-anak dan remaja pun ikut terdampak. Salah satu keluarga yang merasakannya secara langsung adalah Pdt. Suwito Adi dan dr. Anse Diana Messah.

Saat dokter menyampaikan bahwa fungsi ginjal anak mereka tinggal 2,9%, mereka seolah kehilangan pijakan. Keduanya langsung dihadapkan pada kenyataan pahit: sang anak harus menjalani prosedur medis yang intens, menahan rasa sakit, dan mungkin harus menjalani cuci darah seumur hidup.

Meski situasi terasa menyesakkan, mereka memilih untuk tidak menyerah. Mereka tidak membiarkan rasa takut menguasai. Sebaliknya, mereka mempercayakan setiap langkah kepada Tuhan. Dalam kegelapan, mereka menemukan terang melalui iman.

Sepanjang proses itu, mereka terus menunjukkan kekuatan kasih dan keteguhan hati. Sebagai orang tua, mereka berdiri kokoh mendampingi sang anak. Sebagai pelayan Tuhan, mereka tetap memegang janji-Nya. Dan sebagai keluarga, mereka bersatu dalam doa, saling menguatkan, dan tidak berhenti berharap.

Kisah ini tak hanya mengisahkan perjuangan medis. Lebih dari itu, kisah ini mencerminkan cinta tanpa syarat, pengorbanan yang tulus, dan iman yang tak tergoyahkan, bahkan ketika dunia memberi sedikit harapan.

Selain itu, pengalaman mereka membuka mata kita semua tentang pentingnya menjaga kesehatan ginjal sejak dini. Kita bisa mulai dengan hal sederhana: menjaga pola makan, memperbanyak air putih, mengurangi konsumsi gula, dan menghindari obat-obatan yang membebani ginjal.

Namun, pelajaran terbesarnya terletak pada sikap hati. Mereka memilih percaya, bukan menyerah. Mereka tetap mengasihi, bukan mengeluh. Dan mereka tetap melangkah, bukan berhenti di tengah jalan.

Bagikan kisah ini. Bangun kesadaran. Tumbuhkan empati. Jadilah bagian dari mereka yang peduli, mendoakan, dan belajar dari keteladanan keluarga ini.

Dengarkan kisah lengkapnya hanya di Good News Program. Temukan kekuatan baru untuk tetap bertahan, bahkan saat badai datang.

Share This Article