Enam Tahun Menanti, Kini Jemaat Kamalawatar Memiliki Rumah Ibadah Baru: Peresmian Church Makeover ke-93 di Sumba Timur
WAINGAPU, SUMBA TIMUR — Ada sukacita yang sulit digambarkan ketika sebuah penantian panjang akhirnya terwujud. Itulah yang dirasakan jemaat GBI Kamalawatar, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, saat mereka menyaksikan rumah ibadah yang selama enam tahun dinantikan akhirnya selesai dibangun dan diresmikan.

Melalui program Church Makeover (CMO) ke-93, Anugerah Ministries bersama para donatur, sponsor, dan berbagai pihak yang terlibat menghadirkan bangunan gereja baru bagi sekitar 110 kepala keluarga atau lebih dari 400 jiwa jemaat GBI Kamalawatar.
Peresmian yang berlangsung pada 18 April ini bukan sekadar seremoni pembukaan gedung baru. Lebih dari itu, momen ini menjadi jawaban atas kerinduan jemaat yang selama bertahun-tahun harus beribadah di bangunan lama dengan kondisi yang kurang memadai, bahkan kerap mengalami kebocoran ketika hujan turun.
Perjalanan Menuju Kamalawatar
Perjalanan tim Anugerah Ministries menuju lokasi pelayanan dimulai dengan penerbangan transit melalui Lombok sebelum akhirnya tiba di Bandara Umbu Mehang Kunda, Waingapu, Sumba Timur.
Keesokan harinya, tim melanjutkan perjalanan darat selama kurang lebih satu setengah jam menuju Desa Kamalawatar. Cuaca cerah mengiringi perjalanan menuju lokasi, tempat sebuah sambutan istimewa telah dipersiapkan oleh jemaat dan masyarakat setempat.
Kedatangan tim disambut dengan penuh sukacita oleh lebih dari 200 warga. Iringan musik, tabuhan gendang, serta tarian tradisional khas Sumba Timur menjadi bagian dari penyambutan yang begitu hangat. Warga mengenakan kain tenun tradisional dengan motif dan warna yang serasi, menambah suasana perayaan yang penuh makna.
Sambutan tersebut memperlihatkan betapa besar arti kehadiran tim dan selesainya pembangunan gereja bagi masyarakat setempat.
Enam Tahun Menanti Rumah Ibadah yang Layak
GBI Kamalawatar memiliki sejarah pelayanan yang panjang. Gereja ini berdiri sejak tahun 1988 dan dirintis oleh almarhum Pdt. Gideon Gulehunga. Saat ini, pelayanan jemaat berada di bawah penggembalaan Pdt. Meli, lulusan angkatan pertama STT Terpadu Waingapu, yang menjalankan pelayanan bersama dukungan sang suami.
Sebagian besar jemaat merupakan masyarakat dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah. Mereka sehari-hari bekerja sebagai petani, dengan hasil pertanian seperti padi, jagung, dan kedelai sebagai sumber penghidupan utama. Sebagian lainnya bekerja di perusahaan.
Di tengah keterbatasan ekonomi tersebut, jemaat tetap menjaga kehidupan persekutuan dan ibadah mereka. Namun, kondisi bangunan gereja lama yang sudah kurang layak menjadi tantangan tersendiri. Atap yang sering bocor ketika hujan membuat kegiatan ibadah tidak selalu dapat berlangsung dengan nyaman.
Harapan untuk memiliki rumah ibadah yang lebih layak sebenarnya sudah dimulai sejak peletakan pondasi bangunan baru enam tahun sebelumnya. Akan tetapi, berbagai keterbatasan membuat pembangunan tersebut belum dapat diselesaikan.
Hingga akhirnya, melalui program Church Makeover ke-93, Anugerah Ministries bersama para sponsor, donatur, dan seluruh pihak yang terlibat mengambil bagian dalam melanjutkan dan menyelesaikan pembangunan tersebut.
Bukan Sekadar Gedung, Melainkan Harapan Baru
Bangunan gereja yang kini berdiri memiliki ukuran 12 x 24 meter. Pembangunan ini merupakan hasil kolaborasi antara Anugerah Ministries, majelis dan jemaat GBI Kamalawatar, BPD, BPH, serta para kontraktor yang turut bekerja bersama menyelesaikan proyek tersebut.
Rangkaian peresmian ditandai dengan pemotongan pita, penandatanganan batu prasasti yang bertuliskan:
“Di atas batu karang yang teguh, yakni Tuhan Yesus Kristus.”
Acara kemudian dilanjutkan dengan serah terima bangunan secara resmi kepada gembala sidang dan jemaat GBI Kamalawatar.
Momen ini menjadi penanda berakhirnya penantian panjang sekaligus dimulainya babak baru bagi kehidupan bergereja di Kamalawatar.
Namun, sukacita yang hadir ternyata tidak berhenti pada bangunan yang telah selesai. Dampak dari pembangunan ini mulai terlihat dalam kehidupan jemaat dan masyarakat sekitar.
Sukacita yang Menghidupkan Kembali Semangat Jemaat
Salah satu perubahan yang paling terasa adalah meningkatnya antusiasme warga untuk kembali beribadah. Kehadiran gedung gereja yang lebih layak dan nyaman membawa semangat baru. Bahkan, warga yang sebelumnya sudah jarang atau tidak lagi aktif mengikuti ibadah mulai kembali datang ke gereja.
Hal ini menjadi gambaran bahwa pembangunan rumah ibadah bukan hanya berbicara tentang memperbaiki fasilitas fisik, tetapi juga dapat menjadi salah satu pemantik untuk membangun kembali kehidupan persekutuan.
Semangat yang sama juga terlihat selama proses pembangunan. Jemaat dan warga setempat terlibat aktif dalam kegiatan kerja bakti untuk membantu penyelesaian gereja. Mereka tidak hanya menantikan hasil akhir, tetapi ikut mengambil bagian dalam prosesnya.
Ada rasa memiliki yang tumbuh ketika sebuah tempat dibangun dan diperjuangkan bersama.
Membawa Sukacita hingga ke Hati Anak-Anak
Di antara berbagai momen selama kunjungan, interaksi dengan anak-anak menjadi salah satu pengalaman yang berkesan bagi tim.
Anak-anak di Desa Kamalawatar menyambut kehadiran tim dengan penuh kegembiraan. Salah satu momen yang menarik perhatian adalah ketika mereka berkesempatan melihat dan berinteraksi dengan drone yang diterbangkan oleh tim.
Bagi sebagian anak, pengalaman sederhana tersebut menjadi sesuatu yang baru dan menyenangkan. Tawa dan rasa ingin tahu mereka memperlihatkan betapa berharganya kesempatan untuk mengenal hal-hal baru di luar keseharian mereka.
Lebih dari sekadar hiburan, pengalaman seperti ini diharapkan dapat membuka wawasan anak-anak, menumbuhkan rasa percaya diri, dan mendorong mereka untuk berani memiliki cita-cita yang lebih besar.
Sebab masa depan generasi muda tidak seharusnya dibatasi oleh tempat mereka dilahirkan atau kondisi lingkungan tempat mereka bertumbuh.
Terima Kasih untuk Setiap Tangan yang Mengambil Bagian
Dalam kesempatan tersebut, Pdt. Meli mewakili majelis dan seluruh jemaat GBI Kamalawatar menyampaikan rasa syukur serta ucapan terima kasih kepada Anugerah Ministries, para donatur, sponsor, dan semua hamba Tuhan yang telah mengambil bagian dalam proses pembangunan gereja ini.
Bagi jemaat, bantuan yang diberikan bukan hanya menghasilkan sebuah bangunan yang lebih layak untuk beribadah. Bantuan tersebut juga membawa sukacita, memulihkan harapan, dan membangkitkan kembali semangat mereka untuk terus bertumbuh dalam Tuhan.
Setiap dukungan, doa, tenaga, dan kontribusi yang diberikan telah menjadi bagian dari cerita pemulihan di Kamalawatar.
Perjalanan tim kemudian ditutup dengan kunjungan singkat ke Pantai Walakiri, salah satu destinasi alam yang dikenal di Sumba Timur, sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Church Makeover: Lebih dari Sekadar Renovasi
Peresmian CMO ke-93 di GBI Kamalawatar kembali mengingatkan kita bahwa pelayanan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Terkadang, menghadirkan tempat yang layak untuk beribadah dapat menjadi langkah penting untuk membangun kembali semangat sebuah komunitas.
Enam tahun penantian akhirnya terbayar. Kini, lebih dari 400 jiwa jemaat GBI Kamalawatar memiliki rumah ibadah yang lebih baik untuk bersekutu, bertumbuh, dan melayani Tuhan.
Terima kasih kepada seluruh donatur dan sponsor yang telah menjadi bagian dari Church Makeover ke-93. Karena dukungan Anda, bukan hanya sebuah gereja yang dibangun, tetapi harapan sebuah jemaat juga kembali diteguhkan.
Bersama, kita terus menghadirkan perubahan dan menjadi berkat bagi gereja-gereja yang membutuhkan di berbagai pelosok Indonesia.
Anugerah Ministries — Restoring Churches, Rebuilding Hope.